Sabtu, 02 Juni 2012

CafeIn

Gambar 1. Secangkir Kopi


Saya perempuan, dan saya peminum kopi ~ pro caffeine, apa berbahaya?

Tidak berbahaya asal tidak berlebihan. 1-2 cangkir kopi setiap hari (@cangkir 210ml dengan kepekatan sedang) cukup dan bahkan bisa mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Semisal asam klorogenat bisa memperlama penyerapan gula sederhana untuk dimetabolisme sehingga dapat mengurangi resiko terserang diabetes.Dalam jumlah/ dosis tertentu juga dapat mencegah terjadinya serangan jantung karena kafein dapat memperlancar tekanan darah. Perlu diingat juga, dalam kopi terkandung senyawa asam lain (selain asam klorogenat) yang tentunya keberadaan asam ini tidak bagus bagi penderita maag karena asam-asam dalam kopi dalam jumlah tertentu dapat menaikkan asam lambung secara signifikan dan kalau dibiarkan terus menerus akan melukai lambung >>> bisa menyebabkan tukak lambung. Perlu diingat juga, fisiologis manusia berbeda. karena gen yang dimiliki antar manusia berbeda. Alangkah baiknya kita menghinari hal-hal yang tidak diinginkan dengan mengkonsumsi dengan jumlah sewajarnya (porsi normal).

Dari teman : "Nenek saya sampai skrg umur 81 tahun msh sehat dan dan tidak pikun walau slalu minum kopi setiap pagi."
Pada beberapa penelitian kopi terbukti dapat mencegah pikun, parkinson, alzheimer, dan sejenisnya.


DAFTAR PUSTAKA

Amur, M. 2012. Mengapa Minum Kopi bagus untuk Anda.

Babi Haram

Gambar 1. Babi dan Produk Haram Turunan




Kamis, 17 Mei 2012

Makro, Mikro dan Intermediary Nutrien (Gizi)

 Gambar 1. 7 Types of Nutrients

Seperti yang telah kita ketahui, makro berarti besar/ komponen terbesar dan mikro berarti kecil/ komponen terkecil. Sedangkan Intermediary merupakan suatu perantara pada proses metabolisme makro dan mikro nutrien.
Nutrien merupakan komponen yang diperlukan tubuh dan selanjutnya dimetabolisme untuk menghasilkan energi/ kalori (karbohidrat, lemak dan protein) ataupun komponen yang berfungsi sebagai mediator/ perantara untuk memperlancar proses metabolisme (vitamin, mineral, dan air). Dalam hal ini air saya masukkan dalam kategori nutrien karena air juga berperan dalam dalam proses metabolisme (sebagai intermediary/ perantara).
Selanjutnya akan kita bahas dalam 3 pengelompokan mulai dari makro, mikro dan selanjutnya intermediary nutrien.

MAKRO
KARBOHIDRAT
Karbohidrat merupakan komponen dalam bahan pangan yang sebagian besar penyusunnya terdiri dari komponen rantai atom karbon C.
Dalam penggolongannya, ada karbohidrat bisa dikelompokkan menjadi 3 golongan.
Mono-sakarida : glukosa, fruktosa, galaktosa
Di-sakarida : maltosa (glukosa+glukosa), sukrosa (glukosa+fruktosa), laktosa (glukosa+galaktosa)
Oligo-sakarida (3-7 mono-sakarida) dan poli-sakarida (lebih dr 2 mono-sakarida) :
contoh oligo-sakarida : FOS dan GOS (merupakan pre-biotik/ makanan dr bakteri pro-biotik).
contoh poli-sakarida : amilosa dan pati. Amilosa mempunyai ikatan lurus tanpa adanya cabang sehingga mudah dipecah/ dikonversi menjadi gula sederhana oleh alfa-amilase, sedangkan pati mempunyai ikatan dari gugus mono-sakarida yang bercabang.
Dalam metabolisme, tiap 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori
PROTEIN
Komponen terbesar protein yaitu N, dimana pada pengukuran kadar protein secara sederhana unsur N bisa mengidentifikasikan jumlah protein kasar yang ada dalam produk.


DAFTAR PUSTAKA
7 Types of Nutrients. http://www.xtremepapers.com/images/gcse/biology/nutrition/7_types_of_nutrients.png
diakses tanggal 17 Mei 2012

Sabtu, 12 Mei 2012

Kolesterol


Kolesterol merupakan salah satu senyawa kimia golongan lipid atau lemak yang terdapat dalam makanan dan tubuh kita. Kolesterol dalam tubuh dibagi menjadi dua yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL yang membuat endapan dan menyumbat arteri. Sumber kolseterol ada dua, yaitu kolesterol eksogen yang berasal dari makanan yang kita makan, dan kolesterol endogen yang dibuat di dalam sel tubuh terutama hati. Di dalam tubuh, kolesterol bersama dengan fosfolipid, terutama digunakan untuk membentuk membrane sel dan membran organ-organ yang berada di dalam tubuh (Fatmah, 2010). Kolesterol sangat larut dalam lemak tetapi hanya sedikit yang larut dalam air, dan membentuk ester dengan asam lemak. Kolesterol merupakan produk metabolisme hewan sehingga terdapat banyak pada makanan yang berasal dari hewan seperti kuning telur, daging, hati, dan otak (Murray, 2003)
Kolesterol darah yang berlebihan ini dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang kemudian dapat menyebabkan penyakit jantung. Kadar normal untuk kolesterol adalah sekitar 150-190 mg/100 mL darah. Akan tetapi, ada pula yang menyatakan bahwa 220 mg/ 100mL darah masih termasuk normal. Bila kadar kolesterol melebihi 220 mg dan mencapai 270mg/ 100 mL darah, maka kemungkinan mendapat serangan jantung menjadi dua kali lipat. Bila kadarnya mencapai 300 mg/ 100mL darah, maka risiko serangan jantung menjadi lima kali lipat (Maurice, 2006).

 Gambar 1. Struktur kolesterol
sumber :

Sedikit lebih dari separuh jumlah kolesterol tubuh berasal dari sintesis (sekitar 700 mg/hari), dan sisanya berasal dari makanan sehari-hari. Pada manusia, hati menghasilkkan kurang lebih 10% dari total sintesis, sementara usus sekitar 10%. Pada hakekatnya, semua jaringan yang mengandung sel-sel berinti mampu menyintesis kolesterol. Fraksi mikrosomal (reticulum endoplasma) dan sitosol sel terutama bertanggung jawab atas sintesis kolesterol. Minyak alami yang mengandung asam lemak tak jenuh majemuk dengan proporsi tinggi mencakup minyak bunga matahari, biji kapas, jagung dan kedelai, sementara minyak zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dengan konsentrasi yang tinggi. Sebaliknya, lemak mentega serta lemak hewan dan minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dengan jumlah yang besar (Mayes, 2003).
Kolesterol darah yang normal terdiri dari :
Kolesterol total < 200 mg/dl
Kolesterol HDL 35 – 65 mg/dl
Kolesterol LDL < 150 mg/dl
Trigliserida < 200 mg/dl
Ratio kolesterol total : kolesterol HDL < 5

 Gambar 2. Penampang melintang kolesterol jahat yang menempel pada dinding arteri (Aterosklerosis)
sumber :

Menurut Maurice (2006), kadar kolesterol dalam darah sangat tergantung pada beberapa hal, yaitu :
1.    Peningkatan jumlah kolesterol yang dimakan setiap hari. Akan tetapi, perlu diingat bahwa peningkatan konsumsi hanya dapat mengubah kadar kolesterol dalam darah hingga 30%, karena bila kita mengkonsumsi kolesterol, maka produksi kolesterol dalam tubuh akan diturunkan secara otomatis.
2.    Diet yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol hingga 15-25%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pengendapan lemak dalam hati.
3.    Makan lemak tak jenuh dalam jumlah banyak akan menurunkan kadar kolesterol dari ringan sampai moderat.
4.    Pada penderita kencing manis, kadar kolesterol akan meningkat karena pengaruh mobilisasi lemak dalam tubuh.
5.    Pada penderita gangguan fungsi ginjal, kadar kolesterol akan meningkat karena menurunnya pembuangan lemak dari dalam tubuh.
Kelebihan kolesterol dalam tubuh terutama berkaitan dengan aterosklerosis, yaitu pengendapan lemak dalam dinding pembuluh darah sehingga distensibilitas pembuluh darah menurun. Bila endapan lemak ini menyumbat pembuluh darah koroner di jantung, maka penyumbatan ini dapat menyebabkan penyakit jantung. Hingga saat ini penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Menurut Maurice (2006), terdapat beberapa makanan yang dapat menurunkan kadar kolesterol :
1.    Bawang putih. Konsumsi bawang putih setengah sampai satu suing sehari selama kontinu selama satu bulan mampu menurunnkan kolesterol sebanyak 9%. Bila mengkonsumsi >3 siung/ hari akan menyebabkan diare, kentut, dan demam, bahkan bisa memunculkan perdarahan lambung.
2.    Tempe. Pada tempe terdapat niasin dan isoflavon yang dapat menurunkan kolesterol
3.    Teh. Teh mengandung EGCG (epigallocatechin gallate) yang dapat mencegah percepatan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang menyebabkan pengurangan risiko penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung.
4.    Anggur. Anggur mengandung zat catechin yang sangat baik dalam menurunkan kolesterol.
5.    Apel. Sebaiknya saat memakan apel, kulitnya juga dikonsumsi karena di kulit ini terdapat kandungan pectin (serat untuk menurunkan kadar kolesterol) dan antioksidan paling banyak.
6.    Alpukat. Alpukat mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat.
7.    Ikan. Ikan sangat kaya asam lemak tak jenuh (omega-3) yang dapat mencegah terjadinya pengumpulan keeping-keping darah yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Ikan air tawar kaya akan karbohidrat dan protein, sedangkan ikan laut kaya akan lemak tak jenuh.

 

DAFTAR PUSTAKA

Fatmah. 2010. Gizi Usia Lanjut. Erlangga. Jakarta

Maurice, E., et. al. 2006. Modern Nutrition in Health and Disease. Lippincott Williams and Wilkins, USA

Mayes, P.A. 2003. Biokimia Harper. Kedokteran EGC. Jakarta

Murray, R.K., Daryl K.G., Peter A.M., Victor W.R. 2003. Biokimia Harper. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

Penampang Melintang Kolesterol Jahat yang Menempel pada Dinding Arteri (Aterosklerosis)

Struktur Kolesterol