Kolesterol
merupakan salah satu senyawa kimia golongan lipid atau lemak yang terdapat
dalam makanan dan tubuh kita. Kolesterol dalam tubuh dibagi menjadi dua yaitu
kolesterol HDL dan kolesterol LDL yang membuat endapan dan menyumbat arteri.
Sumber kolseterol ada dua, yaitu kolesterol eksogen yang berasal dari makanan
yang kita makan, dan kolesterol endogen yang dibuat di dalam sel tubuh terutama
hati. Di dalam tubuh, kolesterol bersama dengan fosfolipid, terutama digunakan
untuk membentuk membrane sel dan membran organ-organ yang berada di dalam tubuh
(Fatmah, 2010). Kolesterol sangat larut dalam lemak tetapi hanya sedikit yang
larut dalam air, dan membentuk ester dengan asam lemak. Kolesterol merupakan produk
metabolisme hewan sehingga terdapat banyak pada makanan yang berasal dari hewan
seperti kuning telur, daging, hati, dan otak (Murray, 2003)
Kolesterol
darah yang berlebihan ini dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan
pembuluh darah yang kemudian dapat menyebabkan penyakit jantung. Kadar normal
untuk kolesterol adalah sekitar 150-190 mg/100 mL darah. Akan tetapi, ada pula
yang menyatakan bahwa 220 mg/ 100mL darah masih termasuk normal. Bila kadar
kolesterol melebihi 220 mg dan mencapai 270mg/ 100 mL darah, maka kemungkinan
mendapat serangan jantung menjadi dua kali lipat. Bila kadarnya mencapai 300
mg/ 100mL darah, maka risiko serangan jantung menjadi lima kali lipat (Maurice,
2006).
Gambar 1. Struktur kolesterol
sumber :
Sedikit
lebih dari separuh jumlah kolesterol tubuh berasal dari sintesis (sekitar 700
mg/hari), dan sisanya berasal dari makanan sehari-hari. Pada manusia, hati
menghasilkkan kurang lebih 10% dari total sintesis, sementara usus sekitar 10%.
Pada hakekatnya, semua jaringan yang mengandung sel-sel berinti mampu
menyintesis kolesterol. Fraksi mikrosomal (reticulum
endoplasma) dan sitosol sel terutama bertanggung jawab atas sintesis
kolesterol. Minyak alami yang mengandung asam lemak tak jenuh majemuk dengan
proporsi tinggi mencakup minyak bunga matahari, biji kapas, jagung dan kedelai,
sementara minyak zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dengan
konsentrasi yang tinggi. Sebaliknya, lemak mentega serta lemak hewan dan minyak
kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dengan jumlah yang besar (Mayes,
2003).
Kolesterol
darah yang normal terdiri dari :
Kolesterol total <
200 mg/dl
Kolesterol HDL 35 – 65 mg/dl
Kolesterol LDL < 150 mg/dl
Trigliserida < 200 mg/dl
Ratio kolesterol total : kolesterol HDL < 5
Gambar 2. Penampang melintang kolesterol
jahat yang menempel pada dinding arteri (Aterosklerosis)
sumber :
Menurut
Maurice (2006), kadar kolesterol dalam darah sangat tergantung pada beberapa
hal, yaitu :
1.
Peningkatan
jumlah kolesterol yang dimakan setiap hari. Akan tetapi, perlu diingat bahwa
peningkatan konsumsi hanya dapat mengubah kadar kolesterol dalam darah hingga
30%, karena bila kita mengkonsumsi kolesterol, maka produksi kolesterol dalam
tubuh akan diturunkan secara otomatis.
2.
Diet
yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol hingga 15-25%.
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pengendapan lemak dalam hati.
3.
Makan
lemak tak jenuh dalam jumlah banyak akan menurunkan kadar kolesterol dari
ringan sampai moderat.
4.
Pada
penderita kencing manis, kadar kolesterol akan meningkat karena pengaruh mobilisasi
lemak dalam tubuh.
5.
Pada
penderita gangguan fungsi ginjal, kadar kolesterol akan meningkat karena
menurunnya pembuangan lemak dari dalam tubuh.
Kelebihan
kolesterol dalam tubuh terutama berkaitan dengan aterosklerosis, yaitu
pengendapan lemak dalam dinding pembuluh darah sehingga distensibilitas
pembuluh darah menurun. Bila endapan lemak ini menyumbat pembuluh darah koroner
di jantung, maka penyumbatan ini dapat menyebabkan penyakit jantung. Hingga
saat ini penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di
Indonesia.
Menurut
Maurice (2006), terdapat beberapa makanan yang dapat menurunkan kadar
kolesterol :
1.
Bawang
putih. Konsumsi bawang putih setengah sampai satu suing sehari selama kontinu
selama satu bulan mampu menurunnkan kolesterol sebanyak 9%. Bila mengkonsumsi
>3 siung/ hari akan menyebabkan diare, kentut, dan demam, bahkan bisa
memunculkan perdarahan lambung.
2.
Tempe.
Pada tempe terdapat niasin dan isoflavon yang dapat menurunkan kolesterol
3.
Teh.
Teh mengandung EGCG (epigallocatechin
gallate) yang dapat mencegah percepatan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol
jahat) yang menyebabkan pengurangan risiko penyumbatan pembuluh darah penyebab
penyakit jantung.
4.
Anggur.
Anggur mengandung zat catechin yang sangat baik dalam menurunkan kolesterol.
5.
Apel.
Sebaiknya saat memakan apel, kulitnya juga dikonsumsi karena di kulit ini
terdapat kandungan pectin (serat untuk menurunkan kadar kolesterol) dan
antioksidan paling banyak.
6.
Alpukat.
Alpukat mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kolesterol
jahat.
7.
Ikan.
Ikan sangat kaya asam lemak tak jenuh (omega-3) yang dapat mencegah terjadinya
pengumpulan keeping-keping darah yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.
Ikan air tawar kaya akan karbohidrat dan protein, sedangkan ikan laut kaya akan
lemak tak jenuh.
DAFTAR PUSTAKA
Fatmah. 2010. Gizi Usia Lanjut. Erlangga. Jakarta
Maurice, E., et. al. 2006. Modern Nutrition in Health and Disease. Lippincott Williams and Wilkins, USA
Mayes, P.A. 2003. Biokimia Harper. Kedokteran EGC. Jakarta
Murray, R.K., Daryl K.G., Peter A.M., Victor W.R. 2003. Biokimia Harper. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta
Penampang Melintang Kolesterol Jahat yang Menempel pada Dinding Arteri (Aterosklerosis)
Struktur Kolesterol